Rabu, 21 Oktober 2020
Sabtu, 22 Maret 2014
MY HOBBIES
“Bu Runa hobinya apa ?”
Itulah pertanyaan dari siswa yang sering
terlontar ketika hari pertama mengajar.
Hari pertama mengajar memang di isi dengan
perkenalan.
Lucu juga, maklumlah pertanyaan anak baru
gede (ABG) yang belum genap 17 tahun.
Mungkin mereka penasaran, atau mungkin
karena informasi yang saya berikan kurang lengkap sehingga mereka
menanyakannya.
Atau mungkin juga karena saya suruh
bertanya, dan karena tidak ada bahan untuk pertanyaan maka meraka menanyakan
hal ini.
Ketika saya ditanya mengenai hobi, serasa
masih ABG juga, hahaha….
Hmmm…hobi ya….
Dulu sekali, saat umur 13-16 th saya pernah
mengklaim bahwa hobi saya adalah filateli.
Itu lho.. hobi mengumpulkan perangko bekas
dari tahun-tahun terdahulu.
Dan biasanya saya tukar menukar dengan
teman.
Makin lama
(jadul) tahunnya saya akan sangat senang sekali untuk memburunya.
Sebenarnya saya kurang menikmati hobi
tersebut.
Mungkin karena saya hanya ikut-ikut teman, hanya
karena merasa bahwa hobi tsb sangat bonafit untuk di jadikan sebuah kegemaran.
Hah...dasar
anak-anak yang masih dalam proses pencarian jatidiri.
Belum
cukup mengerti akan dirinya sendiri.
Saat SMA sempat
juga saya terpengaruh teman yang hobi membaca komik bergambar dari Jepang.
Pemikiran saya jaman dahulu, sungguh keren anak yang punya hobi tsb.
Dan sekali lagi,
serta merta saya mengklaim bahwa hobi saya adalah membaca komik.
Hahaha...konyol.
Tapi tahu kah anda...membaca
komik tetap menjadi kesenangan tersendiri bagi saya sampai sekarang
Sebenarnya apa
arti dari hobi itu sendiri ?
Menurut kamus besar bahasa indonesia, hobi memiliki
arti: kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang.
Bila boleh saya
berpendapat, hobi adalah sebuah kegemaran dari seseorang.
Dimana ketika
orang tsb melakukan kegemarannya dia akan sangat menikmatinya dan seakan lupa
akan segalanya.
Semur hidup saya,
ada suatu waktu dimana saya sangat menikmati saat tersebut.
Dan itu adalah
menulis.
Ya menulis...
Saat saya masih
duduk di bangku sekolah, saya kurang suka dengan mengarang.
Saya beralasan
bahwa saya ini termasuk anak pendiam jadi tidak mungkin untuk bisa menulis dan
mengarang.
Mengarang tidak
termasuk dalam hobi yang saya klaim.
Hehehe....
Awal 2007 saya
menikah, dan saya memutuskan untuk keluar dari tempat kerja saya sebelumnya.
Dan hampir satu
tahun setelahnya saya menjadi ibu rumah tangga murni.
Suatu kali saya
pernah mengalami apa yang dinamakan suntuk. Dan terasa sampai ke ubun-ubun.
Iseng, saya
membuka laptop suami saya, dan kemudian jari-jemari saya seperti tidak bisa di
rem untuk berhenti.
Saya sangat
menikmati sampai saya lupa akan waktu.
Dan selalu yang
saya harapkan saya bisa menulis setiap waktu saya inginkan.
Ya....saat itu
saya sangat gila akan menulis. Sampai-sampai saya keranjingan untuk membeli
buku yang berkaitan dengan tulis menulis.
Sebuah kenikmatan
yang saya peroleh dari menulis adalah perasaan lega ketika saya menyelesaikan
tulisan saya.
Dan satu lagi,
pikiran seolah menjadi segar kembali, alhamdulillah.
Ternyata, sesuatu
yang dulu dulu hindari sekarang saya nikmati.
Dan dengan tanpa
malu saya mengakui bahwa hobi saya saat ini dan insyaalloh seterusnya selain
MEMASAK adalah MENULIS.
----
[Run;Pas-22032014]
ONE DAY ON AUGUST 2009
Ibu saya adalah seorang wanita sederhana
yang kebetulan berprofesi segai seorang pengajar alias guru di sekolah dasar.
Maaf, bukan bermaksud menyombongkan diri, disini hanya bermaksud untuk berbagi saja.
Kembali ke ibu saya, beliau punya filosofi sederhana dalam hidup
ini.
Pertama, jangan memaksakan sesuatu keadaan
di luar kuasa kita.
Kedua, hiduplah sederhana tanpa berlebihan
meskipun berlebihan mungkin mampu di lakukan.
Ketiga, banyak-banyak lah memberi kepada
sesama, terutama kepada mereka yang kekurangan. Dengan kata lain janganlah menjadi pelit.
Ke empat, ketika di rasa sudah tidak lagi mampu mengahadapi
persoalan dunia, kembalikanlah kepada yang Maha Tahu, Maha Sempurna dan Maha
Segalanya, yaitu Allah SWA.
Dan sebenarnya masih banyak lagi
nilai-nilai hidup yang diajarakan oleh ibu saya selain dari empat di atas.
Namun begitu, empat itu saja sudah sangat
banyak yang harus di pahami.
Ibu dalam mengajarkan sesuatu kepada kami
anak-anaknya, tidak hanya sekedar ngomong, tapi beliau juga memberi contoh
kepada kami.
Satu yang perlu di ingat dan selalu di
camkan oleh ibu kepada kami, bahwa berilah kepada orang lain sesuatu yang
bagus, seumpama makanan, berilah makanan terbaik jangan yang buruk.
Mengenai memberi…saya teringat beberapa
bulan yang lalu.
Ketika itu saya sedang di atas bus, hendak
pulang ke Sidoarjo. Sampai Kraton ada dua orang babap-bapak, yang satu masih
berumur kira-kira 36-38 tahun, sedang yang satunya lagi kira-kira berumur lebih
dari 55 tahun.
Ketika sampai Gempol, kebetulan kursi di
depan ku kosong, dan kedua bapak-bapak itu pun pindah di kusri tsb.
Dari logat bahasa bercakapan mereka, yang
sangat akrab, jelas sekali bahwa mereka
berasal dari Kulonan. Kulonan yang saya maksud disini adalah Blitar, Kediri,
Tulung Agung, Kertosono, Pacitan,
Trenggalek, Nganjuk, Madiun, Ngawi dan Magetan.
Yang masih muda memanggil yang tua dengan
sebutan “Wek”
Yang berasal dari kata “Mbah tuwek” atau
kakek tua.
Karena merasa masih satu rumpun,,hehe…,
kemudian saya pun ikut ngobrol dengan mereka.
Berawal dari sekedar tanya aslinya mana,
dari mana, hingga sampai anaknya berapa dan terakhir kerja dimana.
Sampai pada pertanyaan itu, saya pun
tergugu akan jawaban mereka.
“Ingat jalan raya dekat alun-alun Bangil
itu mbak, yang akhir-akhir ini sering macet gara-gara pengaspalan jalan ? lha
itu yang ngaspal kita.”
Begitu jawab yang muda.
Meraka berdua asli Kertosono, dan mereka
adalah pekerja kasar harian, tukang aspal jalan.
Mereka sebenarnya untuk sementara mondok di
pondokan pekerja selama proyek pengaspalan jalan itu berlangsung, dan meraka
sudah ada di sana
sebulan lebih. Dan karena dari hari senin sampai kamis mereka tidak
dipekerjakan, maka hari jum’at sore mereka memutuskan kembali pulang ke
Kertosono.
Aduh…terpikir oleh saya, berapa upah
mereka, apakah cukup untuk menghidupi anak isttri..?
Padahal untuk transport saja merka sudah
habis banyak. Bayangkan Kertosono Pasuruan…?!
Duh Gusti….
Saya lama terdiam, membayang kan diri saya pada
posisi mereka. Belum tentu saya kuat menghadapi kerasnya hidup seperti itu.
Seketika saya berkeinginan memberi sesuatu
pada mereka berdua.
Tanpa menunggu lama, karena kawatir logika
saya mengambil alih perasaan, saya mewujudkan keinginan itu.
Saya beri mereka kacang asin yang
sebelumnya saya beli di Bonagung, karena hanya itulah yang saya punya saat itu
selain uang yang tidak seberapa dalam dompet. Karena tentu saja mereka akan
menolak bila saya kasih uang.
Tapi sayang sekali meraka menolaknya.
“Ah tak apa-apa, toh saya bermaksud baik “ begitu pikir saya.
Sesampai Bungurasih, ada sesuatu yang membuat
saya terharu.
Ketika hendak turun, salah satu dari mereka
berpesan kepada saya,
“Hati-hati lho mbak “
sebenarnya itu biasa saja, toh saya sering
mendapatkan ucapan tsb baik dari teman, suami dan orang tua.
Tapi entahlah, radar hati saya mengatakan kalau
ucapan itu sangat tulus.
Dan itu membuat saya terharu, sehingga sampai rumahpun
saya terus saja mengingatnya.
Saya belajar satu hal di sini, bahwa
hakekat memberi tidak terpatok pada memberi sesuatu berupa materi. Perhatian kecil
dan tulus saja itu sudah lebih dari cukup dan mungkin lebih berarti dari
materi.
----
[Run]-Pas22032014
Kisah
1000 Hari Sabtu
Shared by Fr. Rick ofKingston
, NY
Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini.
Begini kisahnya.
Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.
"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering.
Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".
Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".
Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".
"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".
"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .
"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".
"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah memberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang
kusayangi".
"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"
Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.
"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan" kataku, "Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum. "Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."
Pesan dari cerita ini :
SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL
AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.
=====================================
Happiness Comes Not Becoz We Do Great Things
But We Do Small Things With Great Love
Shared by Fr. Rick of
Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini.
Begini kisahnya.
Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.
"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering.
Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".
Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".
Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".
"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".
"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .
"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".
"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah memberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang
kusayangi".
"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"
Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.
"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan" kataku, "Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum. "Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."
Pesan dari cerita ini :
SPEND YOUR WEEKEND WISELY AND MAY ALL SATURDAYS BE SPECIAL
AND MAY YOU HAVE MANY HAPPY YEARS AFTER YOU LOSE ALL YOUR MARBLES.
=====================================
Happiness Comes Not Becoz We Do Great Things
But We Do Small Things With Great Love
Jumat, 13 Desember 2013
Sebuah kumpulan puisi dengan judul utama "SANG PEJALAN KAKI".
Hakekat puisi adalah curahan hati dari sang penyair yang terdiri atas tema, rasa, nada, dan amanat.
Tidak ada hal yang lebih menyenangkan bagi penyair (pembuat puisi) selain hanya tema, rasa, nada, dan amanat tersampaikan kepada pembaca. Semoga...
Hakekat puisi adalah curahan hati dari sang penyair yang terdiri atas tema, rasa, nada, dan amanat.
Tidak ada hal yang lebih menyenangkan bagi penyair (pembuat puisi) selain hanya tema, rasa, nada, dan amanat tersampaikan kepada pembaca. Semoga...
---------------------------------------------------------
“Hmmmmmm...”
..
Merpati kian menari
Enggan sudah terbang tinggi
...
Sang pejalan kaki
Ragu melangkah pergi
Dengan trenyuh pandangi
Merpati memadu kasih
.....
[OW-111213]
“Sembunyi dalam Kerinduan Semu”
Sendiri...
Pejalan kaki menapakkan
Langkah demi langkah
.
Gontai mengayun kaki
Namun tak nampak kelesuan
Aura tegar tiada musnah
..
Dibawah kerlipan bintang
Diantara tarian kunang
Obati rindu Merpati
..
Sejuk semilir angin
Damai musik alam mengiringi
Lewati duka tanpa Merpati
..
Sejenak hati terhenyak
Sekilas mata nanar membelalak
Sadari rindu perlahan merangkak
...
Sebah kerlip bintang sudah
Tawar jua melodi indah
Rindu Merpati pudar melemah
......
[OW-131213]
“Diam Meracau”
Keluh lidah ini
Malas pula jari-jemari
Terasa lumpuh di otak
Tiada karsa tuk bergerak
..
Bising di telinga
Senyap di jiwa
Ego sinis mengolok daya
Emosi pekat kuasai mata
...
Sinar hilang dalam kalut
Senandung meraung maut
Silau hitam binal merenggut
Seiring semesta bermandi kabut
.....
[OW-131213]
----------------------------------
----------------------------------
“Mampukah Kau”
...
Ku tahu...
Kau bisa belah samudra
Ku yakin...
Kau sanggup belah Himalaya
Kupercaya...
Kau handal sibak hutan rimba
Kuragukan...
Kau mampu pisah jalinan kasih diantara kita
.......
[OW-131213]
Jumat, 06 Juli 2012
Belajar ‘makan kuaci’
Kalau melihat
judul di atas, pastilah akan bertanya-tanya, mengapa makan kuaci harus belajar?
Itu artinya saya sukses membuat pembaca penasaran.
Hehe...janganlah di pikir terlalu dalam mengenai judul
tsb.
Hanya kebetulan saja saya sedang makan kuaci bunga
matahari.
Kuaci berasal dari biji bunga matahari merupakan
makanan ringan yang bisa dengan sangat mudah kita temui di minimarket.
Dalam menikmatinya kita harus terlebih dahulu mengupas
kulit luarnya kemudian yang kita makan adalah biji bagian dalam yang ukurannya
lebih kecil dari sebelum kita pecahkan.
Tetapi meskipun bentuknya kecil ternyata kaya akan
manfaat untuk kesehatan tubuh kita.
Dari hasil googling saya menemukan beberapa manfaat dari
kuaci, antara lain adalah mampu menangkal kanker, memperbaiki dan/atau mencegah
penyakit kardiovaskuler, hipertensi, dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
Biji bunga matahari juga merupakan sumber vitamin E
terkaya; seperempat gelas biji bunga matahari memberikan 90,5% dari kebutuhan
harian vitamin E. Vitamin E adalah antioksidan dan anti radang; mengurangi
gejala asma, osteoartritis dan rematoid arthritis, yang utamanya dipengaruhi
oleh radikal bebas dan radang. Asupan vitamin E yang cukup dapat menurunkan
risiko berkembangnya plak pada pembuluh darah dan kanker kolon. Juga dapat
mengurangi keparahan dan frekuensi rasa panas (hot flush) yang dialami wanita
menopause dan komplikasi diabetes. Selain itu, kuaci juga banyak mengandung
mineral bermanfaat; seperti fosfor (705-755 mg/l00 g), kalium (648-689 mg/100
g), kalsium (54-116 mg/100 g), natrium (3-99 mg/100 g), besi (6,77-7,28 mg/100
g), dan tembaga (0,69-1,75 mg/100 g).
Mineral kalsium dan fosfor sangat penting perannya dalam
pembentukan massa tulang dan gigi, sehingga bermanfaat untuk mencegah osteoporosis.
Keberadaan mineral kalium sangat penting untuk mengimbangi natrium. Kalium
bersifat hipotensif, yaitu memiliki efek penurunan tekanan darah.
Nutrisi yang tidak kalah pentingnya dalam kuaci bunga
matahari adalah fitosterol, salah satu fitokimia. Jika dikonsumsi dalam jumlah
memadai, terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menyehatkan
jantung, meningkatkan respon imun dan menurunkan risiko beberapa jenis kanker.
Sebuah penelitian menunjukkan, dari 27 kacang-kacangan dan biji-bijian yang
paling sering dikonsumsi di AS, biji bunga matahari dan pistachio memiliki
fitosterol tertinggi (270-289 mg/100 gr).
Biji bunga matahari juga kaya akan folat (sangat baik
bagi ibu hamil) dan berbagai mineral seperti magnesium, selenium, tembaga,
zinc, kalsium, dan zat besi.
Banyak sekali bukan manfaatnya bagi kita ?!
Satu lagi yang menarik bagi saya, yaitu ketika saya
sekali makan satu biji kuaci maka tidak akan berhenti sampai biji terakhir.
Mungkin karena rasa penasaran, atau bahkan saking
keasyikan.
Melihat dari banyaknya manfaatnya tidak ada salahnya bila
penghobi ngemil makanan berat beralih saja ke makanan ringan ini.
Berbicara mengenai ”sekali makan satu biji kuaci, maka
tidak akan berhenti sampai biji terakhir”, kalau boleh saya menganalogikan ketika
kita tertarik akan suatu hal dan mulai mencari informasi akan hal tsb.
Apakah kita akan seperti kalimat yang saya utarakan di
atas ?
Apakah anda sudah menemukan jawaban akan keanehan judul tulisan ini di atas ?
Apakah anda sudah menemukan jawaban akan keanehan judul tulisan ini di atas ?
Saya dan anda semua yang bisa menyimpulkannya.
[] Gresik, 06-07-2012
Kamis, 05 Juli 2012
Belajar dari anak penjual sarung.
Malam itu tiba-tiba ada sms di hape saya. Ternyata dari seorang murid yang menanyakan mengenai pembayaran uang LKS.
"Bu, pembayaran LKS terakhir hari apa?" begitu sms tersebut.
"Saya tidak tahu, coba tanyakan ke bagian LKS saja, bu Nuning atau bu Lila" jawaban sms dari saya.
Kemudian anak tsb membalas "Ya udah bu, makasih".
Setelah membaca sms balasan terakhir darinya, saya merasa kasihan, mengapa bukan saya saja yang bertanya ke bagian LKS, begitu pikiran saya.
Serta merta saya sms bagian LKS, dan ternyata terakhir pembayaran LKS adalah hari pengambilan raport kenaikan kelas.
Kemudian informasi yang saya dapat saya sampaikan ke anak tsb.
"Oh...pas hari pengambilan raport ya bu, berarti saya masih punya waktu untuk mencari uang" begitu balasan sms darinya.
"Memang kamu sekolah sambil kerja ya ?" tanya saya sambil menebak kalo pasti anak ini kerja di bengkel.
"Iya bu, jualan sarung sama alat-alat rumah tangga. saya sudah nyicil Rp 25.000,- dan kurang Rp. 53.000,-" jawabnya.
Seketika hati saya menjadi haru biru, terenyuh, ternyata masih ada anak yang berjuang untuk bisa sekolah.
"Besuk temui bu Runa di sekolah ya" itu sms balasan terakhir dari saya.
Hmmmm...benar, ternyata di jaman serba instant ini masih ada orang yang harus berjuang keras demi untuk bisa sekolah.
Untuk membeli atribut seharga Rp. 12.500,- semalam sebelumnya harus keliling kampung untuk berjualan sarung.
Coba bandingkan dengan sifat kita yang sangat suka berbelanja.
Dalam hitungan menit kita bisa menghabiskan ratusan bahkan jutaan rupiah untuk membeli sesuatu.
Ironis sekali bukan ?!
Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong,
Semoga kita dijauhkan dari sifat boros,
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang selalu syukur nikmat,
Amin...amin....amin ya Robbal alamin.
[]Gresik, 05-07-2012
"Bu, pembayaran LKS terakhir hari apa?" begitu sms tersebut.
"Saya tidak tahu, coba tanyakan ke bagian LKS saja, bu Nuning atau bu Lila" jawaban sms dari saya.
Kemudian anak tsb membalas "Ya udah bu, makasih".
Setelah membaca sms balasan terakhir darinya, saya merasa kasihan, mengapa bukan saya saja yang bertanya ke bagian LKS, begitu pikiran saya.
Serta merta saya sms bagian LKS, dan ternyata terakhir pembayaran LKS adalah hari pengambilan raport kenaikan kelas.
Kemudian informasi yang saya dapat saya sampaikan ke anak tsb.
"Oh...pas hari pengambilan raport ya bu, berarti saya masih punya waktu untuk mencari uang" begitu balasan sms darinya.
"Memang kamu sekolah sambil kerja ya ?" tanya saya sambil menebak kalo pasti anak ini kerja di bengkel.
"Iya bu, jualan sarung sama alat-alat rumah tangga. saya sudah nyicil Rp 25.000,- dan kurang Rp. 53.000,-" jawabnya.
Seketika hati saya menjadi haru biru, terenyuh, ternyata masih ada anak yang berjuang untuk bisa sekolah.
"Besuk temui bu Runa di sekolah ya" itu sms balasan terakhir dari saya.
Hmmmm...benar, ternyata di jaman serba instant ini masih ada orang yang harus berjuang keras demi untuk bisa sekolah.
Untuk membeli atribut seharga Rp. 12.500,- semalam sebelumnya harus keliling kampung untuk berjualan sarung.
Coba bandingkan dengan sifat kita yang sangat suka berbelanja.
Dalam hitungan menit kita bisa menghabiskan ratusan bahkan jutaan rupiah untuk membeli sesuatu.
Ironis sekali bukan ?!
Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong,
Semoga kita dijauhkan dari sifat boros,
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang selalu syukur nikmat,
Amin...amin....amin ya Robbal alamin.
[]Gresik, 05-07-2012
Senin, 11 Juni 2012
Belajar AutoCAD, bisa..!!!!
MENGENAL CAD
Sebelum kita belajar untuk menggambar ada baiknya kita
mengenal terlebih dahulu pengertian dari CAD itu sendiri.
Menggambar dalam hal ini adalah menggambar teknik mesin.
Dalam prosesnya, kita membutuhkan alat Bantu berupa
perangkat keras (hardware) berupa komputer dan perangkat lunak (software) yaitu
bahasa program untuk menjalankan proses penggambaran. Perangkat lunak tersebut
dikenal dalam istilah CAD (Computer Aided Drafting atau Computer Aided Design).
CAD digunakan oleh juru gambar (drafter), perencana
(engineer) atau ahli teknik untuk mengembangkan gambar dan perencanaannya, lalu
mencetaknya pada lembaran kertas dengan menggunakan printer atau plotter.
Jadi CAD adalah sutu program aplikasi komputer yang
berfungsi sebagai alat Bantu penggambaran dan perencanaan. Pada perkembangan
awal, CAD hanya berfungsi sebagai Computer Aided Drafting, yaitu untuk membantu
kita dalam hal penggambaran benda kerja, tetapi saat ini CAD berfungsi sebagai
Computer Aided Design yaitu untuk membantu kita dalam hal merancang (mendesain)
dengan komputer.
Terdapat beberapa jenis software CAD, yaitu solidwork,
MasterCAm, AutoCAD, Inventor, dan lain sebagainya.
Dalam blog ini kita hanya akan mengkhusukan salah satu dari
beberapa jenis software di atas, yaitu AutoCAD. AutoCAD adalah software yang
umum digunakan dimana gambar, rencana, atau model dapat dibangun dengan
menggunakan koordinat-koordinat XYZ.
Terdapat banyak perintah-perintah dalam AutoCAD, meliputi
perintah menggambar, memodifikasi gambar dan lain sebagainya.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN CAD
Bila dibandingkan dengan penggunaan alat gambar tradisional,
CAD mempunyai beberapa keuntungan, antara lain :
- Menggambar lebih cepat.
- Modifikasi gambar lebih mudah.
- Waktu yang lebih pendek dalam perencanaan komponen yang sejenis. Akurasi perencanaan lebih tinggi.
- Perkiraan biaya lebih akurat
- Penempatan teks gambar lebih cepat dan terang
- Skala gambar otomatis
- Dapat digunakan untuk membuat tampak isometric dan axonometric dari suatu model 3D
Adapun kerugiannya adalah:
- Investasi tinggi
- Biaya pemeliharaan tinggi
- Memerlukan diklat khusus
SOFTWARE DAN HARDWARE
Perangkat lunak untuk AutoCAD sangatlah mudah di dapatkan.
Terdapat beberapa software AutoCAD, antara lain AutoCAD 2002, AutoCAd 2004,
AutoCAD 2006, AutoCAD 2007, AutoCAD 2008, dan lain sebagainya.
Hardware yang sesuai mulai Pentium III, Pentium IV, Core
2duo, atau lebih tinggi lagi.
FASILITAS PENDUKUNG
Fasilitas pendukungnya antara lain : mouse, printer,
plotter.
APLIKASI AutoCAD
Aplikasi perangkat lunak CAD dan model 3D yang sangat
bermanfaat adalah animasi. Bentuk animasi yang paling sederhana adalah dengan
memutar model secara dinamis sehingga akan tampak model tsb dari segala sudut.
Gambar bias juga di animasikan, sehingga terlihat bergerak, bahkan menguraikan
gambar menjadi komponen-komponen individual.
SISTEM KOORDINAT (XYZ) DALAM AutoCAD
Sistem koordinat XYZ adalah pengetahuan dasar dalam
membangun gambar dengan perangkat lunak CAD yang harus dipahami dari awal.
Penempatan
titik-titik diuraikan dengan nilai koordinat XYZ. Nilai-nilai tsb
disebut dengan koordinat persegi panjang. Untuk gambar 2D koordinatnya cukup
sumbu X dan Y saja. Setiap angka koordinat sumbu dipisahkan dengan tanda koma.
Contonya 4,3. menggambarkan 4 satuan pada sumbu X dan 3 satuan pada sumbu Y.
Jenis-jenis
koordinat 2D dalam AutoCAD, antara lain :
•
Koordinat absolut (kartesius), menunjukkan titik yang telah ditetapkan
dalam sistem koordinat yang berlaku dalam ruang gambar AutoCAD. Rumus umumnya
adalah x,y
•
Koordinat relative, adalah koordinat yang ditentukan besar x dan y dari
titik sebelumnya. Rumus dasar dari koordinat ini adalah @x,y.
•
Koordinat polar, merupakan koordinat dengan meentukan jarak dan sudut dari
titik sebelumnya. Rumus dasarnya adalah @panjang<sudut.
Contoh:
Penggambaran obyek 2D di atas ini dimulai dari titik A yang terletak pada
X=3 dan Y=5. Koordinat absolut dan relatif masing-masing titik adalah sebagai
berikut :
a. Koordinat absolut
Titik
|
Koordinat
|
|
X
|
Y
|
|
A
|
3
|
5
|
B
|
3
|
10
|
C
|
6
|
10
|
D
|
9
|
14
|
E
|
12
|
14
|
F
|
14
|
11
|
G
|
16
|
14
|
H
|
16
|
8
|
I
|
11
|
8
|
J
|
11
|
5
|
A
|
3
|
5
|
b. Koordinat relatif
Titik
|
Koordinat
|
||
X
|
Y
|
||
A
|
3
|
5
|
|
B
|
@
|
0
|
5
|
C
|
@
|
3
|
0
|
D
|
@
|
3
|
4
|
E
|
@
|
3
|
0
|
F
|
@
|
2
|
-3
|
G
|
@
|
2
|
3
|
H
|
@
|
0
|
-6
|
I
|
@
|
-5
|
0
|
J
|
@
|
0
|
-3
|
A
|
@
|
-8
|
0
|
Untuk gambar 3D,
koordinat persegi panjangnya diukur dalam tiga ruang dimensi, yaitu X,Y,Z.
Koordinat (sumbu) Z merupakan ketebalan dari obyek.
Silahkan dipahami terlebih dahulu mengenai sistem koordinat ini dengan banyak berlatih menentukan koordinat suatu gambar.
Karena sistem koordinat merupakan dasar sebelum kita memulai untuk menggambar menggunakan AutoCAD
Referensi diambil dari berbagai sumber.
Langganan:
Postingan (Atom)



